Family unrecorded

Wadian

Indonesia

Wadian/Balian/Belian adalah upacara pengobatan pada suku Dayak Bawo, Dusun, Maanyan, Lawangan, Benuaq, Tunjung, dan Bukit yang menganut agama Kaharingan.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Wadian+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Wadian

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Wadian/Balian/Belian adalah upacara pengobatan pada suku Dayak Bawo, Dusun, Maanyan, Lawangan, Benuaq, Tunjung, dan Bukit yang menganut agama Kaharingan.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
Wadian di Kalimantan TengahWadian adalah salah satu upacara adat suku Dayak (Dusun, Maanyan, Lawangan, Bawo) yang menganut Kaharingan di antaranya dalam rangka pengobatan terhadap orang sakit.
Belian di Kalimantan TimurBelian atau beliatn adalah sebutan wadian dalam bahasa Benuaq dan Tunjung di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
ProsesiOrang yang memimpin upacara ini disebut dukun atau Pembelian.
FungsiUpacara Belian dilakukan sebagai sarana pengobatan alternatif untuk menyembuhkan orang sakit, melindungi bayi dari kekuatan jahat, serta mengusir roh-roh pengganggu.
Common Questions Answered on Record
What is Wadian in plain words?

Wadian/Balian/Belian adalah upacara pengobatan pada suku Dayak Bawo, Dusun, Maanyan, Lawangan, Benuaq, Tunjung, dan Bukit yang menganut agama Kaharingan.

Where is Wadian practised or documented?

Sources on this page place Wadian in Indonesia.

What is the current condition of Wadian today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Wadian entry?

Cite as: "Wadian." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/wadian, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

4 min read · 2 sources

Wadian/Balian/Belian adalah upacara pengobatan pada suku Dayak Bawo, Dusun, Maanyan, Lawangan, Benuaq, Tunjung, dan Bukit yang menganut agama Kaharingan. Suku-suku serumpun ini hidup bertetangga di sekitar wilayah yang berbatasan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Sering kali juga dipakai sebagai sebutan untuk orang yang mengobati (tabib) dalam upacara pengobatan tradisional Dayak tersebut yang dinamakan balian dalam berbagai dialek seperti bolin (Dayak Pesaguan), boretn (Dayak Simpakng), baliatn (Dayak Jalai). 1

Wadian di Kalimantan Tengah

Wadian adalah salah satu upacara adat suku Dayak (Dusun, Maanyan, Lawangan, Bawo) yang menganut Kaharingan di antaranya dalam rangka pengobatan terhadap orang sakit. Zaman dahulu kala, saat pengobatan medis tidak semaju sekarang, orang-orang Dayak memanfaatkan jasa wadian untuk mengobati sakit yang mereka derita. Lama atau tidaknya ritual pengobatan tergantung dari parah tidaknya penyakit yang diderita, Upacara Wadian dapat berlangsung selama 1 minggu lebih. Jenis wadian antara lain: Wadian Pangunraun (Pangunraun Jatuh, Pangunraun Jawa), Wadian Dapa, Wadian Tapu Unru, wadian dadas, wadian bawo, wadian bulat. Dewasa ini, selain untuk pengobatan, wadian juga telah dikembangkan sedemikian rupa menjadi salah satu kesenian daerah yang dapat dinikmati sebagai sebuah atraksi kesenian yang sangat menarik. dan juga digunakan pada waktu upacara kawin yang biasa disebut wurung jue. Instrumen dari perangkat musik wadian terdiri dari satu set gong, sebuah sarun besi, 3 buah gendang bermembran tunggal. Gong terdiri dari 3 pencon yang ditabuh dengan penabuh khusus untuk membentuk ritme dan pemberat tekanan. Sarun besi berupa 8 bilah besi sebagai resonator. Adapun, tiga gendang satu sisi untuk membentuk ritme dengan jalinan satu sama lain ditabuh dengan tangan. 1

Belian di Kalimantan Timur

Belian atau beliatn adalah sebutan wadian dalam bahasa Benuaq dan Tunjung di Kutai Barat, Kalimantan Timur. 1

Prosesi

Orang yang memimpin upacara ini disebut dukun atau Pembelian. Dalam menjalankan tugasnya, dukun terlebih dahulu memanggil roh agar masuk ke dalam dirinya. Setelah dirasuki, dukun biasanya memegang daun tertentu sebagai bagian dari ritual. Daun yang digunakan bisa berupa daun kayu sejenis kana atau palem, yang memiliki warna hijau dan ungu, atau pucuk daun kelapa muda. 1

Fungsi

Upacara Belian dilakukan sebagai sarana pengobatan alternatif untuk menyembuhkan orang sakit, melindungi bayi dari kekuatan jahat, serta mengusir roh-roh pengganggu. Dalam pelaksanaannya, pemimpin upacara juga memohon bantuan kepada Dewa Gentar, yaitu Nayun Gantar, sebagai bagian dari proses penyembuhan dan perlindungan. Seiring perkembangan waktu, upacara Belian tidak hanya berfungsi sebagai pengobatan, tetapi juga sebagai seni pertunjukan hiburan hiburan. Pertunjukan ini juga turut dikombaniasik dengan tarian lainnya seperti Tari Kenyah. 1

Jenis

Pertunjukan Belian memiliki beberapa bentuk pelaksanaan yang berbeda sesuai tujuan dan konteksnya, yang dibedakan menjadi Baraga Bagantar, Tari Serupai, Tari Belian Bawo, dan Tari Kuyang. Baraga Bagantar ditujukan untuk menjaga keselamatan bayi dengan memohon bantuan kepada Nayun Gantar. Dahulu, pelaksanaannya dilakukan ketika bayi berusia enam hingga delapan malam setelah tali pusarnya terlepas, tetapi kini biasanya dilaksanakan saat bayi berumur tiga hingga empat bulan. Seiring waktu, bentuk ritual ini berkembang menjadi tarian yang diciptakan oleh Lelaang Roah dari Tasik Kemang Nyarung. Baraga Bagantar diiringi dengan lagu Erek Boneh. Tari Serupai ditujukan untuk menolak wabah penyakit serta mengobati orang yang digigit anjing rabies. Tari ini dinamai sesuai dengan alat musik pengiringnya yang berupa seruling bambu (serupai). Belian Bawo adalah salah satu upacara pengobatan oleh Suku Dayak Benuaq dan Suku Dayak Tunjung. Belian Bawo berasal dari daerah Bawo Kiring Kincol, yang kini termasuk wilayah Kabupaten Pasir dekat Lawangan. Pertunjukan ini ditujukan untuk mencegah penyakit, menyembuhkan orang sakit, serta memenuhi nazar. Seiring perkembangannya, tarian Belian Bawo juga ditampilkan dalam acara penyambutan tamu maupun perayaan seni dan budaya. Tarian ini diiringi dengan lagu Belian Bawo (Kiring Konco). Tari kuyang ditujukan untuk mengusir roh atau makhluk halus (kuyang) yang diyakini menjaga pohon-pohon besar seperti karet, meranti, atau beringin. Tarian ini memiliki beberapa variasi sesuai dengan lagu pengiring yang digunakan. Lagu pengiring yang dimainkan antara lain: lagu bontong, lagu tunoung burung, atau lagu berangkut data putang. 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Wadian”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Wadian is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

The source record links this tradition to 1 external register, which can be verified through the citation. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Wadian · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.