Family unrecorded

Wolimomo

Indonesia

Wolimomo adalah pakaian tradisional perempuan suku Gorontalo dari Pulau Sulawesi, Indonesia.

No licensed photograph yet
Four in five rooms open without one. Add a photograph with a declared licence and your credit sits under it, permanently.
Archival typographic plate · seeded for Wolimomo+ Add licensed photo →
Understand in 30 Seconds · In Plain Words

Quick guide to Wolimomo

Sourced or Silent · CC BY-SA 4.0

Wolimomo adalah pakaian tradisional perempuan suku Gorontalo dari Pulau Sulawesi, Indonesia.

01 · What it is
Living Tradition

Documented cultural tradition on record; family classification awaits an editor.

02 · Where & name
Indonesia

Placed on record in Indonesia.

03 · How it is doing
□□□□ (Not yet assessed)

Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

04 · Proof & reuse
2 cited sources

Every claim links to a public record below. Free to quote, teach, and share under CC BY-SA 4.0.

Chapter Takeaways
PenggunaanWolimomo merupakan pakaian adat kebesaran yang digunakan oleh perempuan Gorontalo dalam berbagai upacara adat yang sakral.
Warna AdatMenurut adat Gorontalo, setiap warna adat yang dipakai oleh perempuan Gorontalo menunjukkan nilai filosofis yang berbeda dan menjunjung tinggi derajat serta martabat perempuan yang menggunakannya.
Warisan Budaya Takbenda IndonesiaPada tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyetujui dan menetapkan Wolimomo sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui secara otentik berasal dari masyarakat Gorontalo, Provinsi…
Lihat pulaDaftar busana daerah Indonesia Pakaian Adat Suku Gorontalo Masakan Gorontalo Pariwisata di Gorontalo Kesultanan Gorontalo Kesultanan Bolango Adat istiadat Gorontalo Pariwisata di Indonesia
Common Questions Answered on Record
What is Wolimomo in plain words?

Wolimomo adalah pakaian tradisional perempuan suku Gorontalo dari Pulau Sulawesi, Indonesia.

Where is Wolimomo practised or documented?

Sources on this page place Wolimomo in Indonesia.

What is the current condition of Wolimomo today?

□□□□ (Not yet assessed): Documented in open cultural records, but no cited field assessment of its current vitality has been added here yet.

How do I cite or share this Wolimomo entry?

Cite as: "Wolimomo." folkroom, https://folkroom.org/art-forms/wolimomo, text CC BY-SA, with attribution.

Share or cite this roomNo tracking · CC BY-SA 4.0
WhatsAppXLinkedInRedditFacebook

The tradition & historical record

3 min read · 2 sources

Wolimomo adalah pakaian tradisional perempuan suku Gorontalo dari Pulau Sulawesi, Indonesia. Wolimomo merupakan salah satu pakaian adat kebesaran suku Gorontalo yang wajib digunakan pada berbagai upacara adat, salah satunya pada saat akad nikah. Pada tahun 2013, Wolimomo ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi. 1

Penggunaan

Wolimomo merupakan pakaian adat kebesaran yang digunakan oleh perempuan Gorontalo dalam berbagai upacara adat yang sakral. Dalam tata urutan kehidupan masyarakat Gorontalo, Wolimomo pada prinsipnya digunakan pada 3 (tiga) peristiwa penting dalam perjalanan hidup perempuan gorontalo, yaitu: 1

Upacara adat Mome'ati (Be'at atau Bai'at atau Baiat), merupakan upacara adat yang dilaksanakan pada anak perempuan di masa remaja dan saat memasuki usia akil baligh Upacara adat Akaji (ijab kabul pada akad nikah) merupakan rangkaian upacara adat pernikahan yang dijalani oleh mempelai perempuan saat menikah Upacara adat Molontalo (Raba Puru atau Menyentuh Perut) merupakan upacara adat yang dilaksanakan pada perempuan yang memasuki bulan ke- 7 kehamilan Disamping itu, Wolimomo juga digunakan dalam upacara adat Mome'ati (Be'at atau Bai'at), yang merupakan upacara adat bagi anak perempuan di masa remaja dan saat memasuki usia akil baligh. Adapun pasangan dari pakaian adat Wolimomo adalah Payunga, sebagai pakaian adat yang digunakan oleh laki-laki suku Gorontalo. 1

Warna Adat

Menurut adat Gorontalo, setiap warna adat yang dipakai oleh perempuan Gorontalo menunjukkan nilai filosofis yang berbeda dan menjunjung tinggi derajat serta martabat perempuan yang menggunakannya. Adat Gorontalo mengenal empat warna adat yang disebut dengan "Tilabataila", yakni Merah, Kuning, Hijau dan Ungu. Nilai Filosofis Warna Adat 1

Warna ungu melambangkan keanggunan. kesetiaan, dan kewibawaan Warna merah melambangkan keberanian dan tanggungjawab Warna kuning melambangkan kemuliaan, dan kejujuran Warna hijau melambangkan kesuburan, kesejahteraan, kedamaian, dan kerukunan Bagi adat Gorontalo, warna ungu menjadi warna kebangsawanan tertinggi dengan nilai-nilai adat yang luhur. Oleh karena itu warna ungu sering digunakan sebagai warna utama dalam rangkaian upacara adat. Warna yang dihindari Meskipun tidak ada larangan adat untuk menggunakan warna selain 4 warna adat (Tilabatayila), namun sebaiknya menghindari warna putih dan biru. Kedua warna ini biasanya dihindari sebab warna putih melambangkan kesucian, sedangkan warna biru bermakna dukacita yang biasanya juga digunakan dalam upacara pemakaman atau acara peringatan kematian. 1

Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Pada tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyetujui dan menetapkan Wolimomo sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui secara otentik berasal dari masyarakat Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sulawesi. 1

Lihat pula

Daftar busana daerah Indonesia Pakaian Adat Suku Gorontalo Masakan Gorontalo Pariwisata di Gorontalo Kesultanan Gorontalo Kesultanan Bolango Adat istiadat Gorontalo Pariwisata di Indonesia 1

The text above is adapted from the Wikipedia article “Wolimomo”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1

Wolimomo is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2

No recording linked yet — know one? Point at it →
Sources on Record
[1]Wikipedia: Wolimomo · encyclopedia
Sourced or Silent · Still Open

Questions awaiting a cited source

+ Answer with a source →
How many people perform it today?
When is it first attested, and by whom?
What does it look like? No licensed photograph yet.