The tradition & historical record
3 min read · 2 sourcesWolimomo adalah pakaian tradisional perempuan suku Gorontalo dari Pulau Sulawesi, Indonesia. Wolimomo merupakan salah satu pakaian adat kebesaran suku Gorontalo yang wajib digunakan pada berbagai upacara adat, salah satunya pada saat akad nikah. Pada tahun 2013, Wolimomo ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berasal dari Gorontalo, Sulawesi. 1
Penggunaan
Wolimomo merupakan pakaian adat kebesaran yang digunakan oleh perempuan Gorontalo dalam berbagai upacara adat yang sakral. Dalam tata urutan kehidupan masyarakat Gorontalo, Wolimomo pada prinsipnya digunakan pada 3 (tiga) peristiwa penting dalam perjalanan hidup perempuan gorontalo, yaitu: 1
Upacara adat Mome'ati (Be'at atau Bai'at atau Baiat), merupakan upacara adat yang dilaksanakan pada anak perempuan di masa remaja dan saat memasuki usia akil baligh Upacara adat Akaji (ijab kabul pada akad nikah) merupakan rangkaian upacara adat pernikahan yang dijalani oleh mempelai perempuan saat menikah Upacara adat Molontalo (Raba Puru atau Menyentuh Perut) merupakan upacara adat yang dilaksanakan pada perempuan yang memasuki bulan ke- 7 kehamilan Disamping itu, Wolimomo juga digunakan dalam upacara adat Mome'ati (Be'at atau Bai'at), yang merupakan upacara adat bagi anak perempuan di masa remaja dan saat memasuki usia akil baligh. Adapun pasangan dari pakaian adat Wolimomo adalah Payunga, sebagai pakaian adat yang digunakan oleh laki-laki suku Gorontalo. 1
Warna Adat
Menurut adat Gorontalo, setiap warna adat yang dipakai oleh perempuan Gorontalo menunjukkan nilai filosofis yang berbeda dan menjunjung tinggi derajat serta martabat perempuan yang menggunakannya. Adat Gorontalo mengenal empat warna adat yang disebut dengan "Tilabataila", yakni Merah, Kuning, Hijau dan Ungu. Nilai Filosofis Warna Adat 1
Warna ungu melambangkan keanggunan. kesetiaan, dan kewibawaan Warna merah melambangkan keberanian dan tanggungjawab Warna kuning melambangkan kemuliaan, dan kejujuran Warna hijau melambangkan kesuburan, kesejahteraan, kedamaian, dan kerukunan Bagi adat Gorontalo, warna ungu menjadi warna kebangsawanan tertinggi dengan nilai-nilai adat yang luhur. Oleh karena itu warna ungu sering digunakan sebagai warna utama dalam rangkaian upacara adat. Warna yang dihindari Meskipun tidak ada larangan adat untuk menggunakan warna selain 4 warna adat (Tilabatayila), namun sebaiknya menghindari warna putih dan biru. Kedua warna ini biasanya dihindari sebab warna putih melambangkan kesucian, sedangkan warna biru bermakna dukacita yang biasanya juga digunakan dalam upacara pemakaman atau acara peringatan kematian. 1
Warisan Budaya Takbenda Indonesia
Pada tahun 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyetujui dan menetapkan Wolimomo sebagai salah satu warisan budaya tak benda Indonesia yang diakui secara otentik berasal dari masyarakat Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Sulawesi. 1
Lihat pula
Daftar busana daerah Indonesia Pakaian Adat Suku Gorontalo Masakan Gorontalo Pariwisata di Gorontalo Kesultanan Gorontalo Kesultanan Bolango Adat istiadat Gorontalo Pariwisata di Indonesia 1
The text above is adapted from the Wikipedia article “Wolimomo”, available under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 licence. 1
Wolimomo is recorded in open cultural data. The structured record cited below does not describe the practice, and this entry has not yet been reviewed by a person familiar with the tradition. 2